BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ips adalah bidang studi yang berhubungan erat dengan berbagai aspek manusia. Baik kajian nya dengan sosiologi, sejarah ataupun geografi. Ips memberikan banyak gambaran tentang segala masalah yang ada pada masyarakat, diantaranya yaitu perbedaan gendre, kemiskinan, konflik social, kriminalitas, serta masih banyak lagi. Aspek kewilayahan pun dijabarkan pada pembelajaran ips. Namun permasalahan yang ada adalah ketika manusia tidak mampu mencakup semua ranah yang harusnya sebagai kunci dari pembelajaran ips itu sendiri, yakni ranah kognitif, afektif, serta psikomotorik. Agar apa yang telah menjadi keinginan untuk menyeimbangkan segala aspek manusia dapat terwujud dengan baik. Lalu bagaimana hubungan sosiologi, geografi, dan sejarah, ditinjau dari konsep dasar ips terpadu ?
BAB II
PEMBAHASAN
HUBUNGAN SOSIOLOGI, GEOGRAFI, DAN SEJARAH, DITINJAU DARI KONSEP DASAR IPS TERPADU
1. Pengertian Sosiologi, geografi, dan sejarah
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi.(Wikipedia)
John Mackinder (1861-1947) seorang pakar geografi memberi definisi geografi sebagai satu kajian mengenai kaitan antara manusia dengan alam sekitarnya.( www. Geoserba.web.id )
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya] Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Sejarah, babad, hikayat, riwayat, atau tambo dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Adapun ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan.
2. Hubungan sosiologi, geografi dan sejarah ditinjau dari konsep dasar ips terpadu
Pada dasarnya pembelajaran ips tidak hanya menekankan pada aspek teoritis saja, namun lebih pada aspek praktis dalam mempelajari, menelaah, mengkaji gejala dan masalah social masyarakat. Yang mana pembelajaran tersebut disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Kajian tentang masyarakat sangat luas cakupannya. Namun bisa dimulai dari lingkungan yang sempit yaitu lingkungan sekolah ataupun keluarga, kemudian menuju lingkungan yang lebih luas yaitu Negara. Ips merupakan perpaduan dari mata pelajaran sejarah, geografi, dan sosiologi. Cara pandang ips bersifat terpadu. Karena perpaduan ini disebabkan mata pelajaran-mata pelajaran tersebut mempunyai kajian yang sama yaitu manusia.
Ips itu sendiri memberikan bekal kepada peserta didik agar kelak bisa mengenal lingkungan dan masyarakat disekitarnya. Jika ditilik dari setiap kajian ips yaitu sosiologi adalah ilmu untuk mempelajari tentang masyarakat social pada umumnya. Lalu geografi adalah kajian ilmu yang lebih terarah pada kewilayahan dan tempat tinggal manusai itu sendiri. Sejarah adalah lebih menekankan pada kejadian masa lampau, yang hingga saat ini masih relevan pada kehidupan masa sekarang. Sehingga dapat diketahui bahwa hubungan antara ketiga kajian ilmu tersebut mempunyai keterkaitan. Secara teoritik konseptual, suatu konsep dasar dengan konsep dasar yang lain dapat dipisah-pisahkan. Namun dalam proses berfikir yang integratife hal tersebut berkaitan satu sama lain.
Jika dilihat dari konsep dasar ips banyak membahas dan mengembangkan fakta yang berada pada lingkungan masyarakat secara lebih umum. Diantaranya yaitu masalah ketimpangan pendidikan, serta masalah pendidikan yang hanya mengarah pada ranah kognitif saja. Dengan adanya hal ini, kesadaran para peserta didik akan sejarah masa lalu yang seharusnya menyadarkan bahwa pentingnya sejarah untuk membentuk masa depan yang lebih baik, hanya sebagai pengetahuan saja. tanpa diiringi dengan sikap dan tindakan serta keterampilan dari peserta didik itu sendiri. Lalu jika dikaitkan dengan sosiologi, adalah ketika manusia hanya mengetahui dari aspek kognitif saja tanpa dibarengi dengan aspek yang lain, maka timbul sikap anarkis dan kriminalitas tanpa adanya rasa saling menghormati tentang hak satu sama lain. Pentingnya membangun lingkungan masyarakat hanya menjadi sebuah gambaran saja. Dan tentu ini sangat berpengaruh pada kajian geografi, karena adanya pendekatan ekologi atau hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitar. Sehingga hubungan antara sosiologi, geografi, dan sejarah ditinjau dari konsep dasar ips mempunyai keterpaduan.
BAB III
PENUTUP
Dengan memperhatikan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kajian ips antara satu kajian dengan kajian yang lain saling keterkaitan. Konsep-konsep dasar perhatian, minat, kesadaran dan penghayatan, memiliki makna afektif yang mendasar pada pembinaan dasar kepribadian peserta didik. Oleh karena itu, guru, khususnya guru IPS memiliki kedudukan, peranan dan fungsi strategis dalam menekankan serta membina konsep-konsep tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar